Nov
18
2008
(pasuruan 080806-00:10)
H: ‘kamu knapa? kok kayak org lg stress gt’ (tanya sambil mengepulkan drum racikannya sendiri)
A: ‘iya ni’ (merunut mata lurus ke timur)
A: ‘mas, tak kancani yo‘
H: ‘he? kancani ngopo’
A: ‘hm..’ (merogoh saku, bungkus Amild kluar) ‘Punya acan. Tadi pagi ditinggal. Masih ada 3.’
H: ‘Eh?’ (kaget)
A: (tersenyum) ‘Boleh kan?’ (menyulut dan mengepulkan) ‘fiewh…’
H: (terkekeh) ‘Sejak kapan?’
A: ‘tadi siang..’
H: ‘oh..’
(terdiam menikmati kepulan di seberang dan terang warna orange langit timur tengah malam di atas teras atap. ah.. situbondo terlalu terang dari perbatasan sini. dan jalanan terlalu berisik untuk bisa kuredam. sepertinya aku dan tuhanku terlalu jauh malam ini. dan masih tersisa 2 batang Amild dan sebungkus Black disini…)
no comments
Nov
1
2008
… i need to get out from all of this missery coz don’t know don’t know what to do…
hpnya bunyi. aduu.. ganggu orang tidur aj..
“halo..”
“gmn pak hasan, nil?”
upz.. bentar bentar *liat jam* 12.37. beuh! aku lupa!! hari ini kudunya skejul jalan sama pak hasan n fams. aduh aduh. mana blum confirm pula! huaaah…. *sroot*
› Continue reading
no comments
Oct
31
2008
“sekarang itu standar nyari cewe yg baik bukan lagi dari perawan atu nggaknya lho. tapi dari pernah atau nggaknya tu cewe jualan..”
Pernyataan Mas Dadik yg kluar waktu kita dalam perjalan pulang dari rumah Mas Dalin kemaren lusa ini memang cukup bikin getol. Kl sekedar bilang ‘susah sekarang nyari cewe perawan‘, hmm ok ga mengejutkan. tapi ada phrase ‘pernah ga nya tu cewe jualan.’. waduh. ini yang agak menyudutkan. buat para wanita, ini bisa banyak menyinggung.
Ga menampik memang, skarang ini perempuan perawan bisa jadi barang langka. Dan jika ini dulu jadi batasan tu cewe baik atau nggak.. sepertinya definisi sudah banyak bergeser. “Perempuan baik-baik belum tentu perawan”, begitu kata orang-orang. Mungkin karna banyak yang menganggap keperawanan sudah bukan lagi hal yg penting lagi.
Tapi bukan itu yang jadi masalah disini. Pengalihan kata ‘perawan’ ke ‘jualan’ menjadi satu garis yang amat sangat jauh dari batasan baik tidaknya perempuan. Bagiku, itu terlalu menyudutkan. Seperti sebuah bait yang terlalu dramatis untuk dipaparkan. Ga semua perempuan jualan bung!
› Continue reading
6 comments | tags: feminisme, perempuan dan wanita | posted in Daily Journal, Personal Thought
Oct
1
2008
sesaat jadi terbesit masa-masa jaman dulu gara-gara baca postingan poetra dan liat poto-poto ini. teringat masa-masa pertama kali belum kenal ngeblog. Masa itu Angkringan belum ada. Hobi ngenet dan ceting berhasil mejerumuskanku masuk ke komunitas yang saat itu sering bergaul dalam channel #yogyakita (mIRC DALnet -yg kini sudah tak bernyawa). Pun akhirnya aku mengenal mereka. Mas Thomas yang sbelumnya kukenal sbagai pelatih peltiku (ya, waktu itu statusku masih anak SMA), Kang Sudin, Mas Itok, para op Djoenet (mas Dono, mas Antok SpidoL, ComicArtist) Mba Lala, Erika, Rapa, Mas Donnie dan beberapa teman lain.. termasuk dia. Dan komunitas pun berlanjut.
Kopdaran yang bisa dibilang sering, blog mulai dikenal. Aku pun ikut ngeblog!
Dari memakai gratisan hingga belajar pasang blogtools sendiri setelah mas thom berbaik hati berbagi warnadunia. Greymatter (skarang uda ga gratis) dan b2 (yg kini bertransisi ke b2evolution dan wordpress) mengenalkanku bagaimana membuat web. Tak sekedar bagaimana ngeblog, tapi jg bagaimana web itu dibuat dari nol hingga jadi (meski akhirnya aku bukan sepenuhnya menjadi web designer). Bikin web itu seru! Ngeblog pun pernah jadi hal yg menyenangkan.
› Continue reading
2 comments | tags: angkringan, blog, jogja